19 October 2026

1. Pembahasan Kitab Pertama: Tarikhul Khulafa’ Karya Imam As-Suyuthi

Merujuk pada kitab Tarikhul Khulafa’ karya As-Suyuthi (salah satu ulama Ahlussunnah, terbitan Darul Fikr, tanpa tahun cetakan, halaman 155).

Dalam kitab tersebut, Imam As-Suyuthi menjelaskan kedudukan dan keutamaan Imam Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu:

  • Termasuk 10 Sahabat Dijanjikan Surga:
    Beliau merupakan salah satu dari 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga (Al-‘Asyaratul Mubasysyaruna bil Jannah).
  • Saudara dan Menantu Rasulullah SAW:
    Beliau diangkat sebagai saudara oleh Rasulullah SAW pada hari persaudaraan (mu’akhah), serta menjadi menantu beliau dengan memenangi putri Nabi, Fatimah az-Zahra radhiallahu ‘anha, pemimpin/penghulu wanita seluruh alam (Sayyidati Nisa’il ‘Alamin).
  • Gelar dan Sifat Utama:
    Beliau termasuk kelompok pertama yang masuk Islam (as-Sabiquna ilal Islam), sosok ulama tauhid, pejuang pemberani yang masyhur, pribadi yang zuhud, serta seorang orator/khatib yang fasih.
  • Pengumpul Al-Qur’an:
    Beliau adalah salah satu sahabat yang menghimpun seluruh Al-Qur’an lalu memperlihatkannya kepada Rasulullah SAW. Mushaf yang dikumpulkan beliau disaksikan oleh para ulama/sahabat seperti Abul Aswad ad-Du’ali, Abu Abdurrahman al-Aslami, dan Abdurrahman bin Abi Laila.
  • Khalifah Pertama dari Bani Hasyim:
    Beliau adalah khalifah pertama dari keturunan Bani Hasyim sekaligus ayah dari kedua cucu Nabi SAW (Hasan dan Husain).
  • Keislaman Sejak Kecil/Awal:
    Beliau telah masuk Islam sejak masa paling awal. Para sahabat seperti Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Zaid bin Arqam, Salman al-Farisi, dan sekelompok sahabat lainnya secara tegas menyatakan bahwa Ali adalah orang pertama yang memeluk Islam. Sebagian ulama bahkan menukil bahwa hal ini telah menjadi kesepakatan (ijma’).

2. Pembahasan Kitab Kedua: Al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain Karya Imam Al-Hakim

Dari kitab Al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain karya Imam Al-Hakim (ditahqiq oleh Az-Dzahabi, Jilid 3, terbitan Darul Fikr, halaman 338).

Di dalamnya terdapat riwayat dari Abu Ishaq yang pernah bertanya kepada Qatsam bin al-‘Abbas:

“Apa yang menyebabkan Ali menjadi pewaris Rasulullah SAW, dan bukannya kalian?”

Qatsam bin al-‘Abbas menjawab:

“Karena dialah orang pertama di antara kami yang beriman dan menyusul/bergabung dengan Rasulullah SAW, serta orang yang paling dekat dengan beliau.”

  • Derajat Hadits:
    Imam Al-Hakim menegaskan bahwa hadits ini memiliki sanad yang Shahih, meskipun tidak diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Imam Az-Dzahabi dalam catatan ringkasnya (talkhis) juga menyetujui bahwa hadits ini berstatus Shahih.

3. Penjelasan & Penutup 

Pembicara menutup pelajaran dengan memberikan ulasan kritis terkait status keislaman Imam Ali di masa kecil:

  • Apabila ada pihak yang berpendapat bahwa keislaman Ali bin Abi Thalib tidak diperhitung/dianggap sah karena beliau masih anak-anak, maka hendaknya mereka mencermati kembali kesaksian para sahabat Nabi SAW.
  • Sahabat-sahabat utama seperti Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Zaid bin Arqam, dan Salman al-Farisi secara eksplisit memperhitungkan dan menegaskan keislaman Ali sebagai yang pertama.
    Jika keislaman masa kecil tidak dianggap, tentu para sahabat besar tersebut tidak akan secara khusus menegaskannya sebagai suatu keutamaan.

Dalil2 Keutamaan Imam Ali

(Washallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali sayyidit-Thahirin) dan kalimat tahmid (Walhamdulillahi rabbil ‘alamin).

—

Video sumber: Dalil-dalil Channel

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us