Proses Kelahiran Sayyidah Fatimah az-Zahra AS
1. Rujukan Kitab dan Peristiwa Awal
Pelajaran ini merujuk pada kitab Dzakha’ir al-‘Uqba fi Manaqib Dzawil Qurba karya Imam Thabari, seorang ulama dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Rujukan spesifik yang dijelaskan menggunakan terbitan Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, cetakan pertama (tahun 2006 M / 1427 H), halaman 58.
Dalam kitab tersebut diriwayatkan sabda Rasulullah SAW bahwa Malaikat Jibril datang kepada beliau membawa buah apel dari surga, lalu Nabi SAW memakannya.
2. Masa Kandungan Sayyidah Khadijah
Setelah peristiwa tersebut, Sayyidah Khadijah mengandung Sayyidah Fatimah az-Zahra. Sayyidah Khadijah menceritakan bahwa beliau menjalani masa kehamilan yang terasa sangat ringan, tanpa beban maupun gangguan sedikit pun.
Selain itu, ketika Sayyidah Khadijah sedang berada dalam keadaan sendirian, bayi yang ada di dalam kandungannya dapat mengajak beliau berbicara.
3. Penolakan Wanita Quraisy dan Kehadiran 4 Wanita Surga
Ketika waktu persalinan makin dekat, Sayyidah Khadijah mengutus seseorang kepada para wanita Quraisy untuk meminta bantuan proses melahirkan sebagaimana kebiasaan antarwanita.
Namun, para wanita Quraisy menolak datang membantu karena Sayyidah Khadijah telah menjadi istri Nabi Muhammad SAW.
Di tengah kondisi tersebut, secara tiba-tiba masuk empat orang wanita menemui Sayyidah Khadijah dengan paras yang sangat anggun, rupawan, serta memancarkan cahaya yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.
4. Identitas Empat Wanita Mulia
Keempat wanita tersebut memperkenalkan diri mereka satu per satu kepada Sayyidah Khadijah:
- Wanita pertama menyatakan bahwa beliau adalah Ibu Hawa.
- Wanita kedua menyatakan bahwa beliau adalah Asiah binti Muzahim.
- Wanita ketiga menyatakan bahwa beliau adalah Kultsum, saudari kandung Nabi Musa AS.
- Wanita keempat menyatakan bahwa beliau adalah Maryam binti ‘Imran, ibunda dari Nabi Isa AS.
Keempat wanita mulia tersebut menyampaikan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah untuk membantu Sayyidah Khadijah dalam urusan persalinan sebagaimana bantuan yang biasa dilakukan oleh para wanita.
5. Kelahiran dan Keagungan Sayyidah Fatimah az-Zahra
Sayyidah Fatimah az-Zahra kemudian lahir ke bumi dalam keadaan sujud sambil mengangkat jemari tangannya. Sayyidah Fatimah az-Zahra merupakan sosok wanita agung, putri dari Nabi Muhammad SAW dan Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, yang dilahirkan di Makkah sebelum ayahnya diutus sebagai Rasul.
Peristiwa ini menunjukkan keagungan dan kemuliaan Sayyidah Fatimah az-Zahra, di mana proses kelahirannya dibantu langsung oleh empat wanita teragung penghuni surga saat para wanita Quraisy enggan membantu.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

