2 Jurus Ampuh Melawan Setan

Share This:

Setiap saat mengandung seratus pesan dari Allah. Pada setiap sekali seruan Ya Allah, Dia menjawab seratus kali : “Aku di sini”

Setan sebagai kosekwensi dari asal usul penciptaanya maka ia mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat serta berubah-ubah wujud sebagaimana yang dikehendakinya. Menyadari betapa beratnya musuh kita. Mungkinkah manusia dapat mengalahkan segala bentuk makar mereka?

Menurut para sufi, ada beberapa jalan untuk mengalahkan setan, diantara jalan yang paling penting adalah menyadari betapa sangat menentukan sekali bantuan Allah di dalam menghadapi rencana jahat setan. Kata mereka, Setan haruslah kita anggap sebagai seekor anjing yang dimiliki atau dikuasai Tuhan.

Jika Anda ingin menemui Tuhan maka ketika Anda digonggong setan, Anda haruslah meminta pertolongan pada yang memiliki atau yang menguasai setan tersebut. Anda tidak perlu meladeni gonggongan setan, karena itu akan percuma. Anda cukup hanya dengan mengontak yang menguasai setan agar ia tidak menggaggu atau menyerang Anda, pasti Anda akan selamat.

Melawan setan dengan hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri adalah kemustahilan.

Cobalah Anda bayangkan, jika Anda diserang oleh banyak orang sementara yang menyerang Anda tidak sendirian dan Anda tidak dapat melihat mereka, tentu saja Anda pasti akan menerima kehancuran. Demikian pula Anda sekarang ini, di dalam keadaan yang seperti itu.

Jadi, hadapilah setan yang menyerang kita secara licik dan curang dengan mengandalkan bantuan Allah yang menguasai setan. Memohonlah akan bantuan Allah untuk menghadapi segala bentuk rencana jahat setan, karena permohonan kita akan dijawabnya dengan baik, bahkan kata Rumi, ketika anda memohon sekali, maka seratus jawaban dari Tuhan akan Anda terima.

Renungilah apa yang dinyatakan Rumi dalam Matsnawinya:
“Setiap saat mengandung seratus pesan dari Tuhan : Pada setiap sekali seruan Ya Tuhan, Dia menjawab seratus kali : “Aku di sini”

Lagi pula, siapakah yang tidak akan selamat dari segala bahaya serta terangkat dari segala bentuk kesulitan dan penderitaan apabila Allah telah bersama-Nya. Walaupun ribuan perangkap setan telah disebarkan untuk menghancurkan kita, selama Allah bersama kita maka semua usaha itu akan menjadi sia-sia.

Sangat tepat apa yang dikatakan Rumi di dalam Mastnawinya:
“Ada seribu perangkap di kaki kita sekalipun, selama engkau bersama Kami, kesulitan tidak ada”

Jalan yang kedua untuk menghindari serangan setan yang berefek buruk atas perjalanan manusia menuju Tuhan adalah tidak membiarkan di dalam hati kita berbagai santapan atau makanan dan keadaan yang sangat disukai setan.

Kata Sufi, setan memerlukan makan dan tempat tinggal. Jika di dalam hati kita terdapat banyak santapan yang disukai setan dan hati kita dipenuhi keadaan yang disukainya, maka jangan salahkan jika kita selalu menjadi sasaran empuk setan.

Ibarat seekor anjing kelaparan, itulah setan. Ketika anjing melihat makanan yang disukainya ada disuatu tempat maka anjing itu akan menyerbunya. Segala teriakan kita untuk mengusirnya tidak akan digubrisnya. Bahkan, terkadang teriakan pemilik anjing tersebutpun tidak digubrisnya sama sekali karena saking laparnya.

Artinya, ketika Anda diserang setan, boleh jadi karena banyak santapan yang disukai setan di dalam hati Anda, atau keadaan di dalam hati Anda sangat nyaman untuk hidup mereka. Jika demikian keadaannya, maka tidaklah aneh jika Anda kewalahan untuk melawan atau mengusir setan.

Ribuan kali Anda berteriak atau memanggil-manggil Tuhan jika makanan itu tidak Anda singkiran maka semua harapan Anda kepada Tuhan akan menjadi sia-sia.

Semua itu karena kesalahan Anda telah membiarkan hati Anda dipenuhi makanan yang disukai setan. Jika sekali Anda mengusirnya -maka, karena makanan yang disukainya masih ada di dalam hati Anda, ia akan datang kedua kalinya untuk menyantap santapan itu. Begitu pula seterusnya.

Dengan demikian, berlindung kepada Allah sekalipun untuk mengusir setan akan menjadi tidak efektif selama santapannya masih memenuhi hati Anda. Untuk itu, kata para Sufi, mulailah Anda menyingkirkan segala makanan yang disukai setan itu di dalam hati Anda, niscaya Anda akan selamat.

Selain itu, janganlah Anda membiarkan hati Anda nyaman untuk setan. Buatlah agar kondisi hati Anda menjadikan setan tidak betah untuk tinggal di dalam hati Anda.

Membiarkan kondisi hati Anda nyaman dan cocok untuk setan tentu saja akan membuat setan sekuat tenaga untuk tinggal di dalam hati Anda. Setan itu laksana kumbang untuk ruhani kita, jika ruhani kita dipenuhi kotoran maka yang akan selalu hadir di dalam hati adalah kumbang.

Benar apa yang dikatakan Rumi: “Taman adalah tempat tinggal burung bulbul : Kotoran bertimbun hanya cocok untuk kumbang”.

 

SANTAPAN-SANTAPAN SETAN

Setan “betah” tinggal di hati manusia karena ulah manusia itu sendiri yang menyebabkan pada hati mereka ada makanan yang disukai setan.

Makanan setan disini maknanya adalah segala hal yang membuat setan betah di hati manusia. Jadi disini bukan makna makanan dalam arti yang sebenarnya.

Lalu apa yang bisa menjadi makanan setan? Karena setan seperti lalat yang “suka kotoran”, maka jika hati kita banyak kotoran dosa berarti pada diri kita ada makanan kesukaan setan.

Ada banyak dosa dalam Islam, namun dosa yang sangat kotor yang tentu saja sangat disukai setan adalah dosa “syirik”. Pernah Rasulullah mengatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan masuk rumah dimana ada anjing didalamnya. Bisa dimaknai hadits tsb lebih dalam bahwa hati yang ada padanya “sifat najis” layaknya sebagaimana ada pada anjing, maka Allah tidak akan hadir memenuhi rahmat Nya pada hati seseorang.

Najis yang terberat disisi Allah adalah kemusyrikan, sebagaimana dinyatakan pada Quran, “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis (At-Taubah : 28). Lalu siapakah orang musyrik itu? Berikut beberapa pernyataan Allah tentang siapa orang musyrik itu, yaitu diantaranya :

SANTAPAN SETAN 1: PEMECAH BELAH KAUM MUSLIMIN

… dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (Ar-Ruum : 31-32)

Setiap orang yang telah bersyahadat maka ia adalah muslim. Tak boleh seseorang memandangnya sebagai non muslim. Sebesar apapun dosa seorang muslim, maka selama “lahirnya” masih menyatakan sebagai muslim tidak boleh kita mengeluarkannya dari barisan kaum muslimin. Penyesatan dan pengkafiran tidak boleh diucapkan seseorang kepada muslim yang lain selama syahadat masih diakuinya.

Miqdad bin Aswad ra berkata: “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bertemu dengan seorang kafir, lalu ia menyerangku. Dia penggal salah satu tanganku dengan pedang, hingga terputus. Kemudian ia berlindung dariku pada sebuah pohon, seraya berkata: Aku menyerahkan diri kepada Allah (masuk Islam). Bolehkah aku membunuhnya setelah ia mengucapkan itu? Rasulullah saw. menjawab: Jangan engkau bunuh ia. Aku memprotes: Wahai Rasulullah, tapi ia telah memotong tanganku. Dia mengucapkan itu sesudah memotong tanganku. Bolehkah aku membunuhnya? Rasulullah saw. tetap menjawab: Tidak, engkau tidak boleh membunuhnya. Jika engkau membunuhnya, maka engkau seperti ia sebelum engkau membunuhnya, dan engkau seperti ia sebelum ia mengucapkan kalimat yang ia katakan. (Muslim)

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid r.a.: Rasulullah SAW pernah mengirimkan kami dalam suatu pasukan (sariyyah); lalu pada pagi hari kami sampai ke Huruqat di suku Juhainah, di sana saya menjumpai seorang laki-laki, dia berkata, “La ilaha illallah – tiada tuhan selain Allah,” tetapi saya tetap menikamnya (dengan tombak), lalu saya merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati saya. Setelah sampai di Madinah, saya memberitahukan hal tersebut kepada Nabi SAW., lalu beliau bersabda, “Dia mengatakan, ‘La ilaha illallah’, kemudian kamu membunuhnya?” Saya berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh dia mengatakannya hanya kerana takut pada senjata.” Beliau bersabda, “Tidakkah kamu belah dadanya, lalu kamu keluarkan hatinya supaya kamu mengetahui, apakah hatinya itu mengucapkan kalimat itu atau tidak?” Demikianlah, beliau berulang-ulang mengucapkan hal itu kepada saya sehingga saya menginginkan seandainya saya masuk Islam pada hari itu saja. (Muslim)

Ada yang berseru : “Ayo kita murnikan Islam. Kita hidupkan Sunnah. Kita tegakkan Tauhid”. Seruan ini, bagi yang awam seperti seruan yang mulia, padahal acapkali seruan mereka menyebabkan pengikutnya mudah menghina ummat Islam lain yang mereka anggap tidak lurus dan sesuai “Sunnah” sebagai Ahlul Bid’ah, Sesat, Musyrik, Kafir, dsb. Bahkan ekstrimnya mereka bunuh Muslim lainnya dengan alasan yang dibunuh adalah “Musuh Allah”. “Musuh Tauhid”.

Parahnya para penyeru dakwah ‘ala manhaj ini umumnya awam dan direkrut di kampus-kampus, merasa mereka sudah mengikuti Al Qur’an dan Sunnah meski baru belajar 1-2 tahun (dikarbit jadi da’i atau ustad). Karena gaya dakwah mereka, umat Islam menjadi PECAH-BELAH. Benturan dan konflik sesama mereka terjadi. Islam yang memaklumi adanya perbedaan pendapat dan memberi solusi agar umat tetap lapang dada dan dalam bingkai Fastabiqul Khoirat menjadi jauh dari solusi tsb. Justru yang terjadi, saling mengkafirkan atau menyesatkan dan masing masing bangga dengan kelompoknya masing-masing.

Sungguh pengkafiran dan penyesatan sering kali timbul dari sikap “sombong” dan “merasa suci”. Padahal merasa suci adalah sifat yang sangat dikecam Allah dan dapat menyebabkan kejatuhan spiritual disisiNya. Sikap sombong sungguh telah merampas otoritas Allah sebagai Hakim yang sebenarnya. Karenanya mereka yang memecah kaum muslimin dipandangnya sebagai orang musyrik. Memecah belah disini adalah sikap mudah menyesatkan, mengkafirkan dan menganggap orang lain bukan orang Islam. Ini adalah bentuk kesombongan dan perampasan atas otoritas Allah. Bagi Allah sikap tsb adalah najis yang pastinya Allah tidak akan hadir dihati orang tsb untuk mengirim kasih sayang Nya pada dirinya.

Khawarij adalah kelompok kaum muslimin yang sangat taat secara ritual, sangat sering berpuasa sunnah dan membaca Quran, namun sikap dan perbuatan mereka sangat memecah ukhuwah Islam. Niat baik mereka untuk menegakkan Quran dan Sunnah sangat besar. Akan tetapi, niat baik saja itu tidak dapat merubah perbuatan buruk menjadi baik. Betapa banyak orang berniat baik tapi tidak mendapatkan kebaikan. Orang-orang Khawarij sendiri justru sangat dikecam dalam agama dan diperangi oleh Sahabat Nabi, dan dinyatakan Nabi :“Mereka keluar dari agama bagaikan anak panah yang menembus targetnya.” (Bukhari dan Muslim)

Dari sini, jika kita merasa lebih baik dan mudah menyesatkan berarti hati kita telah dipenuhi najis dosa syirik. Orang orang yang seperti itu termasuk kelompok Khawarij yang disebut Nabi telah keluar dari Islam. Sikap Khawarij bisa dikatakan sebagai santapan lezat para setan, karena rusaknya Islam buah dari sikap dan perbuatan mereka.

Setan sangat senang berada pada hati para Khawarijiyin karena tujuan dan misi setan begitu mudahnya tercapai jika cara pandang berislam ‘ala Khawarij berkembang dimuka bumi ini. Lihatlah dimana paham Khawarij berkembang (ISIS dan sejenis) maka kebiadaban, kebengisan, pelecehan atas sesama manusia dan pengrusakan terjadi dimana mana. Bisa dikatakan, bersama Khawarij, setan semakin sehat dan gemuk .

SANTAPAN SETAN 2: MENYALAHKAN ALLAH

“Dan berkata orang-orang musyrik: ‘Jika Allah menghendaki niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik kami maupun bapak bapak kami…. “. (An-Nahl : 35)

Dari yang kita diskusikan sebelum ini, maka disimpulkan bahwa santapan lezat untuk setan yang pertama adalah segala sikap dan tindakan yang memecah Islam dan kaum muslimin. Merasa paling benar dan memandang kaum muslimin lainnya sebagai orang sesat dan diluar Islam, adalah sebagai sumber penggerak dari sikap dan tindakannya tsb.

Lalu santapan lezat setan yang kedua yang juga bagian dari perbuatan syirik yang najis yaitu : “Memandang perbuatan buruk atau dosa-dosanya sebagai takdir yang telah ditentukan Allah”.

Quran menjelaskan siapa itu orang musyrik, diantaranya mereka yang memandang keburukkan dan ketidaktaatannya sebagai takdir yang ditentukan Allah sebagaimana informasi dari ayat diatas.

Orang musyrik yaitu mereka yang suka menyalahkan Tuhan. Jika ia gagal, kena bencana atau terjatuh dalam perbuatan maksiat maka Allah yang disalahkan. Mereka merasa apa yang telah terjadi adalah episode kehidupan yang sudah ditentukan dan tidak mungkin bisa dihindari. Allah yang Maha Kuasa dengan takdirnya atas diri mereka pasti akan terjadi dan tak mungkin bisa mereka hindari.

Saat seorang artis diwawancari kenapa pernikahannya gagal, ia menjawab bahwa ia pasrah dengan apa yang terjadi. Ini memang sudah digariskan Allah atas dirinya. Perceraian yang terjadi menurutnya adalah ketentuan Allah yang pasti akan terjadi dan tidak mungkin ia bisa meghindarinya.

Selintas orang awam akan tertipu dengan perkataannya. Tampaknya ia sangat islami dan ekspresinya seperti ungkapan kesolehan. Padahal dalam perkataannya ada sikap yang sangat membuat Allah marah dan memandang Allah sebagai penyebab kegagalan hidup atau rumah tangganya.

Sikap tsb sangat menyerang dan menyalahkan Allah, karenanya Allah menyebut tindakan menyalahkan Tuhan sebagai tindakan syirik. Muungkin Anda pernah saksikan di media sosial ada suami istri yang berdialog tentang anaknya yang masuk penjara karena urusan Narkoba. Saat ibu dari anak tsb menangis histeris, sang suami menenangkan istrinya sambil berkata padanya :”Sudahlah mama, sabar….mama harus ikhlas dengan taqdir Allah. Semua yang telah terjadi sudah Allah tentukan. Sebagai orang beriman harus percaya bahwa taqdir Allah pasti tidak bisa kita hindari”.

Perhatikan apakah ada yang salah dari pernyataan tsb? Pastinya orang awam memandang perkataan tsb sebagai ekspresi kesolehan, akan tetapi sadarilah bahwa pernyataan tsb sudah melecehkan Allah. Karena tidaklah mungkin Allah melakukan hal seperti itu.

Sungguh pernyataan sang artis atau ayah dari anak bermasalah tsb adalah hanya untuk menutupi kesalahan dalam menjaga dirinya atau menjaga keluarganya. Mereka merasa tak bersalah atas kejadian buruk yang menimpa mereka. Tampaknya yang paling mudah untuk menunjukkan kesolehan dihadapan orang lain dan menutupi aibnya adalah bahwa semua yang terjadi adalah sudah ditentukan Allah. Perceraiannya atau kenakalan anaknya memang sudah ditentukan Tuhan. Itulah pandangan orang yang sangat keliru dan merusak prinsip Tauhid.

Buat apa Allah ciptakan surga dan neraka yang untuk memasukinya amal soleh sebagai jalannya, namun manusia sudah ditentukan siapa yang akan menjadi orang soleh dan orang jahat? Mungkinkah, sebagaimana dalam Quran dan Hadits dinyatakan bahwa Allah akan menghukum siapa pelaku kedzaliman, jika siapa yang berbuat zalim itu sudah ditentukan nasibnya oleh Allah sebelumnya?

Masuk akalkah jika Allah akan memberi surga untuk mereka yg beriman dan beramal saleh jika sebelumnya siapa yang akan beriman dan beramal soleh sudah ditentukan taqdirnya? Buat apa agama diturunkan jika semua orang soleh dan orang jahat sudah digariskan oleh Tuhan? Buat apa para Nabi diangkat untuk menyelamat manusia namun sebenarnya nasib umat manusia sudah ditentukan apakah akan menjadi orang beriman atau orang kafir? Buat apa Quran turun sebagai petunjuk namun mereka yang sesat dan yang mendapat petunjuk sudah ditentukan sebelumnya?

Jelas pandangan tsb sangat keliru dan keluar dari konsep tauhid yang sebenarnya. Konsep tauhid yang seperti itu akan menyebabkan Allah selalu menjadi penyebab kegagalan, kerusakan, keburukkan dan keingkaran manusia. Seperti seorang ayah yang telah saya sebutkan diatas saat menenangkan istrinya. Ia tenangkan istrinya dengan pernyataan yang sangat merusak tauhid. Ia katakan bahwa anaknya terkena narkoba karena itu memang garis atau ketentuan yang sudah ditentukan atasnya oleh Allah.

Tentu saja pernyataannya akan berbeda dalam menyikapi sukses dan keberhasilannya dalam bisnisnya. Biasanya mereka yang logika tauhidnya seperti ini akan berkata bahwa suksesnya karena ia sangat sabar, ulet dan profesional dalam usahanya. Disini peranan Allah dicampakkan. Keberhasilannya diakui buah profesionalismenya dalam bekerja.

Menyalahkan Allah hakekatnya adalah tindakan perbuatan dosa yang sangat najis disisi Allah, karenanya pelakunya dalam Quran dimasukkan sebagai musyrik. Sikap inilah yang akan menyebabkan setan hidup sehat dan bahagia, karena sikap tsb hakekatnya adalah santapan yang sangat menyehatkan buat para setan.

SANTAPAN SETAN 3: MAKANAN HARAM

Rasulullah bersabda : “Sungguh aku tahu berkaum-kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan terang yang banyaknya sebanyak pegunungan “Tihamah”, kemudian Allah jadikan semua amalnya itu debu-debu yang beterbangan.”

Tsauban bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا ، جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ
“Ya Rasul Allah jelaskan kepada kami mereka itu siapa? Terangkan kepada kami supaya kami tidak masuk golongan mereka tanpa kami sadari?“

أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا
“Mereka adalah saudara-saudara kamu juga, dari golongan kamu. Mereka juga mengambil waktu malam untuk beribadat seperti kamu juga. Cuma mereka itu ketika dihadapkan pada apa yang diharamkan Allah, mereka segera melakukannya.” (HR Ibn Majah)

Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw bersabda:

“Baguskan makananmu, doa-doamu akan diijabah, karena demi yang jiwaku ada di tangannya, jika seorang hamba memasukkan satu suap yang haram ke dalam perutnya, Allah tidak menerima seluruh amal salehnya selama 40 hari. Daging yang tumbuh dari makanan yang haram maka neraka yang paling dahulu memakannya”.

Jika sesuap makanan yang haram membakar amal kita selama 40 hari. Lalu bagaimana jika selama puluhan tahun kita menikmati makanan haram. Berapa suap makanan haram yang telah kita telan? Apakah daging kita saat ini tumbuh dari barang yang haram? Apakah yang membuat kita bisa melakukan berbagai aktifitas sumber energinya dari barang yang haram?

Sungguh api neraka adalah yang akan kita nikmati jika seluruh tubuh kita pernah menikmati makanan yang haram. Selama kita belum bertaubat secara benar terkait barang yang haram maka kita tidak akan pernah lepas dari panasnya api neraka.

Makan haram disisi Allah adalah najis berat yang sangat dibenci Allah. Sesuap saja makanan haram yang kita nikmati akan membakar amal soleh kita selama 40 hari, lalu bagaimanakah nasib kita jika jutaan suap makanan haram yg telah kita nikmati, bahkan telah menjadi daging pada diri kita?

Bisa saja badan phisik Anda tumbuh sehat afiat karena pola makan dan gaya hidup Anda dijaga dengan baik, namun jika itu tumbuh dari makanan yang haram maka Anda akan semakin jauh dari Allah dan segala kebaikan yang kita lakukan akan terbakar habis sebelum diri Anda sendiri yang dibakar api neraka.

Jika saat ini Anda masih menikmati lezatnya santapan haram dan tidak segera bertaubat, maka saat ini sebenarnya yang sehat dan gemuk adalah setan, karena makanan haram adalah santapan bergizi disisi setan. Akhirnya, kehidupan Anda akan menderita baik di dunia dan akhirat karena pada hati Anda sudah dipenuhi para setan yang menjadi parasit atas kehidupan Anda

SANTAPAN SETAN 4: “MENJADI ‘SOMEBODY'”

“Contrary to popular thinking and what modern man aspire and strive for, the goal of human life is actually not to be somebody, but to be NOBODY!” (Prof. Hossein Nashr)

Menurut para Sufi, jika engkau ingin menemui Allah, lalu kau mengetuk pintu rumah-Nya agar diizinkan masuk. Pasti Allah akan bertanya “Apa hak mu untuk masuk rumah-Ku?”

Jika kau menjawab “aku telah mematuhi semua perintah-Mu, ijinkan aku masuk ke rumah-Mu”. Kau akan saksikan Pintu Rumah-Nya “tetap tertutup”.

Jika kau kembali mengetuk pintu rumah Allah berharap kau diizinkan masuk kerumah-Nya. Allah akan bertanya dengan pertanyaan yang sama, “Apa hak mu untuk masuk rumah-Ku?”

Jika kau menjawab “aku telah menjauhi semua larangan-Mu, ijinkan aku masuk ke rumah-Mu”. Pintu tetap tertutup, itulah yang kau kan saksikan.

Jika kau mengetuk kembali pintu rumah-Nya. Allah akan bertanya dengan pertanyaan yang sama, “Apa hak mu untuk masuk rumah-Ku?” Jika kau menjawab “aku bukan siapa-siapa tanpa rahmat-Mu”. Akan kau saksikan “Pintu Rumah-Nya terbuka lebar untukmu.

Dihadapan Allah, hambaNya yang mulia yaitu mereka yang merasa sangat berharap (Roja) kepada Allah, berharap ampunan dan kasih sayangNya. Saat kehadiran seorang hamba sementara kesombongan masih bercokol pada hatinya maka semua pengabdian dan ibadahnya menjadi sia-sia.

Merasa solat, puasa, zakat, haji atau ibadah-ibadah sunnahnya – pasti akan menyelamatkan dirinya selamat dari neraka pun justru akan menyebabkannya masuk neraka. Itulah buah ketergantungan pada amal solehnya sebagai indikator kesombongannya yang masih bercokol pada hatinya.

Disisi Allah menjadi “nobody” – bukan siapa-siapa – adalah bentuk kesadaran tertinggi seorang manusia. Kita terlalu sering membanggakan diri kita dan merasa menjadi somebody, sementara apa yang dilakukan tsb adalah hijab untuk meraih kemuliaan disisi Allah. Karena apa yang dilakukan tsb adalah percikan dari sifat sombong yang dimilikinya. Padahal kesombongan disisi Allah sebagai najis yang sangat dibenci Allah.

Kita pasti ingat kisah Nabi Musa yang diminta Allah untuk mencari orang yang lebih hina dari dirinya. Singkatnya setelah mencari kemana-mana ia merasa tidak menemukannya. Lalu ia sampaikan kepada Allah. Mendengar laporan Nabi Musa, Allah berkata : “Wahai Musa, seandainya kau merasa ada orang yang lebih rendah dan hina darimu maka Aku akan hapus namamu dari daftar kenabian”.

Demikian kemarahan Allah pada mereka yang merasa menjadi “somebody” dan memandang sesama sebagai “nobody”.

Untungnya Nabi Musa tidak merasa ada yg lebih hina darinya, karena jika tidak pastinya pelajaran Agama di sekolah atau di Pesantren tidak akan ada nama Nabi Musa sebagai seorang Nabi.

Menjadi somebody adalah kotoran najis yang sangat disenangi setan. Ibarat lalat saat melihat kotoran binatang atau manusia – pastinya lalat lalat tsb berdendang bahagia. Karenanya, jika Anda mau setan jauh dari hati Anda, maka jadilah “nobody bukan somebody”.

____________________________
oleh Ustadz Aguz Suriyaman
sumber penulisan:
1. https://www.facebook.com/quranicsmart/posts/1532845693439188
2. https://www.facebook.com/quranicsmart/posts/1534349283288829
3. https://www.facebook.com/quranicsmart/posts/1535768143146943
4. https://www.facebook.com/quranicsmart/posts/1536964956360595
5. https://www.facebook.com/quranicsmart/posts/1542211019169322

Share This: